fashion pria

Selasa, 11 Oktober 2016

Salah Satu Bentuk dari Keadilan


            Keadilan dalam islam merupakan pokok kedua dari pokok pokok Hukum Islam setelah Musyawarah. Tentusaja “adil” adalah bagian yang sangat penting pula dalam kehidupan, jika didunia ini tidak ada keadilan, maka hancurlah dunia ini dimana yang kuat dan yang berkuasa lah pemenangnya dan yang lemah dan miskin akan selalu menderita.
            Islam sangat menekankan keadilan dalam segala aspek kehidupan umat manusia, dari aspek yang tertinggi seperti kepemimpinan sampai aspek paling rendah seperti adil dalam membagi uang saku bagi anak anak. Dalam kepemimpinan dan hukum sangat dibutuhkan keadilan agar mereka para pemimpin negeri atau  bangsa tidak sewenang wenang terhadap rakyat kecil seperti yang terjadi di Indonesia dan Negara Negara lain saat ini dimana keadilan para pemimpin sudah sangat minim dan masyarakatpun sudah ragu terhadap para pemimpin mereka dengan sistim Demokrasi ini.
            Sedangkan dalam hal atau aspek kecil dalam kehidupan seperti member uang saku anak anak sekolah misalnya, para orang tua juga diharapkan berlaku adil. Adil disini tidak harus sama uang saku anak yang hanya akan pergi sekolah dengan ana yang akan pergi melakukan ekstrakulikuler seperti mendaki gunung, kemah atau jalan santai. Karna adil itu bukan berarti sama dalam hal kuantitas.
 Allah Azza Wajalla berfirman  : (فلا تتبعوا الهوى أن تعدلوا)
 (ولا يجر منكم شنآن قوم على ألا تعدلوا اعدلو هو أقرب للتقوى واتقوا الله)
إذا قلتم فاعدلوا ولو كان ذا قربى
Dan banyak lagi Firman Allah SWT yang memerintahkan umat manusia untuk berbuat adil dalam kehidupan ini. Baik itu dalam pemerintahan suatu Negara atau dalam aspek kehidupan yang sangat kecil seperti adil terhadap waktu diri sendiri.
Rasulullah SAW bersabda :
إن المقسطين عند الله على منابر من نور عن يمين الرحمن و كلتا يديه يمين الذين يعدلون في حكمهم وأهليهم وما ولوا
سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله إمام عادل –
Dan masih ada beberapa hadits lainnya yang menjelaskan keutamaan adil dan keutamaan orang adil.
            Adil dalam Islam bukan hanya suatu hal yang bersifat perintah atau pun suatu hal yang terjadi dalam hal hal yang besar seperti kepemimpinan suatu Negara, namun adil juga berperan penting dalam membangun keperibadian dan akhlak kaum muslimin dalam linkungan kehidupan mereka sehari hari.
            Sejarah menyebutkan ketika Kaum Nasrani yang negrinya berada dibawah kekuasaan umat islam, mereka mengaku jauh lebih menyukai umat islam dan menghormati kaum muslimin seperti mereka menyukai kaum nasrani itu sendiri. Karena, perlakuan bangsa Romawi dan Barbar ketika menguasai negeri mereka sangatlah kejam dan keji terhadap Kaum Nasrani. Menindas, memperkosa, merampas dan memperbuak Kaum Nasrani. Sedangkan islam sangatlah berbeda, kaum muslimin memperlakukan mereka sangatlah baik, adil dan manusiawi layaknya memperlakukan mereka seperti memperlakukan kaum mereka sendiri dalam hal mu’amalah.
            Banyak ahli filosofi barat yang menyaksikan keadilan umat islam, diantara mereka adalah ahli filosofi yang telah mempelajari undang undang dalam kehidupan dan termasuk undang undang dalam islam, yaitu Barnerdsu.
Dia mengatakan : “Sesungguhnya aku yakin bahwa seorang pria yang bernama Mhammad jika hidup dalam zaman ini dan menghadapi berbagaimacam maslah di zaman ini, niscaya ia mampu mengatasi semua itu dangan cara yang sangat adil dan diterima oleh semua golongan manusia, karena keadilannya dan sifatnya yang tenang memperlihatkan kehidupan yang bahagia dan damai”.
Dan saya akhiri dalam artikel ini dengan mengutip perkataan Khulafa’ Ar Rosyidin yang pertama yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq yang terkenal sangat adil dan anti mendzolimi seseorang, beliau berkata setelah memuji Allah SWT dan memanjatkan Shalawat kepara Rasulullah SAW : Amma Ba’du, Wahai manusia sesungguhnya aku telah diamanahi oleh kalian dan aku buakan lah orang yang terbaik diantara kalian, jika kalian dalam kebenaran maka tolonglah saya, dan jika saya membutuhkan bantuan maka bantulah saya, kejujuran adalah suatu amanah dan kebohongan adalah adalah khianat, dan orang yang lemah diantara kalian adalah orang yang kuat bagiku hingga aku beristirahat disisi-Nya Insyaallah, dan orang yang kuat diantara kalian adalah orang yang lemah bagiku,,dst”

Allahu A’lam bi showab....

Oleh Abdullah al-Mahdi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar