fashion pria

Selasa, 11 Oktober 2016

Inilah 11 Tip Sukses Kuliah di Al-Azhar Sambil Kerja


Oleh: Abdullah Al-Mahdi
Banyak sekali mahasiswa Al-Azhar, Kairo yang kuliah sambil bekerja. Khususnya dari Indonesia. Karena keterbatasan dana dan juga tidak mendapatkan beasiswa maupun bantuan keuangan dari pihak manapun, bahkan keluarga. Namun sayangnya, saat melihat kenyataan, kita akan menyadari bahwa banyak mahasiswa yang bekerja berakhir pada tersendatnya kuliah. Ada juga yang sampai terbuai oleh pekerjaan hingga akhirnya tidak melanjutkan kuliah. Karena sudah sukses dalam pekerjaan dan sering rosib.

Padahal, sebenarnya ada banyak mahasiswa lain yang sukses kuliah sambil bekerja. Mereka tidak putus asa dengan keadaan, tidak terkontaminasi lingkungan negatif dan terus berusaha untuk mewujudkan mimpi agar bisa terealisasikan.

Adapun tips yang saya dapat agar kuliah di negeri “Seribu Menara” ini sukses dan lancar, walau dengan nyambi bekerja adalah sebagai berikut:

1.    Luruskan Niat
Beberapa mahasiswa yang kuliah sambil bekerja lupa akan niat awal datang ke Mesir. Mereka terlalu asyik dengan pekerjaan. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah menuai kesuksesan dalam karir. Atau maaf kata, ada juga mereka yang sampai terkesima oleh pergaulan dan godaan TKW, hingga melenceng dari tujuan awal datang ke Mesir.
Jadi, hal paling pertama yang harus dilakukan adalah meluruskan kembali niat. Usahakan agar niat kita jauh-jauh merantau ke Mesir untuk menuntut ilmu. Bukan bekerja. Jika niat sudah lurus, maka untuk ke depannya akan lebih mudah dan mulus.

2.    Perbaiki Lagi Kemampuan Bahasa Arab
Sering saya perhatikan para mahasiswa yang rosib, dikarenakan kurang dalam menguasai bahasa Arab. Padahal itu adalah suatu hal yang sangat mendasar untuk bisa memahami muqorror dan penjelasan dosen. Setidaknya, kita sudah menguasai kitab Nahwu Wadhih jilid 1, 2 dan 3; hafal dan paham kitab Amtsilah Tashrifiyah.

3.    Rajin Kuliah
Hal ini juga menjadi kelemahan bagi banyak mahasiswa lain yang tidak bekerja. Mereka mengabaikan kuliah, menganggap belajar sendiri atau dengan kelompok saja sudah cukup. Padahal kenyataannya kuliah sangatlah penting untuk menunjang kesuksesan study mahasiswa. Terlebih lagi bagi yang menginginkan mumtaz; kuliah adalah suatu hal yang wajib untuk mereka.
Begitu pun bagi yang bekerja, harus tetap mengusahakan  untuk kuliah serajin mungkin. Walau mereka sibuk dan lelah karena pekerjaan.

4.    Membuat Komunitas Belajar
ini juga merupakan hal yang penting. Dibuatnya komunitas belajar untuk memudahkan pemahaman, mengerti cara teman memahami suatu pelajaran dan juga agar belajar lebih terasa efisien.

5.    Ikuti Bimbingan Belajar dan Sering Bertanya ke Senior
Ada banyak pihak yang mengadakan bimbel secara percuma di kalangan mahasiswa. Mulai dari senat, ustaz yang sudah lulus atau senior. Kita harus memanfaatkan peluang dan sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Dengan bertanya ke senior tentang pengalaman mereka dalam menjawab soal atau dalam belajar, jelas akan memudahkan kita untuk melakukan tindakan yang serupa atau lebih baik.

6.    Merekam Penjelasan Dosen
Saat kuperhatikan dengan saksama, banyak dari mahasiswa di era modern ini memiliki smartphone. Tidak terkecuali yang ada di Mesir. Alangkah baiknya jika kita memanfaatkannya sebaik-baik mungkin untuk menunjang hidup kita. Seperti saat kuliah kita bisa merekam penjelasan yang disampaikan dosen, dan bisa mengulanginya sampai berapa kali pun yang kita mau; bisa saat santai, kerja, di bis, mengantri dll.

7.    Membuat Rangkuman Sendiri
Hal ini sangat penting. Dengan membuat rangkuman, kita belajar tiga kali lebih banyak. Pertama, kita membaca dan memahami. Kedua, dari apa yang kita pahami kita ringkas bagian yang paling penting menurut kita. Ketiga, kita bisa menyalin dan  mengopinya, lalu menghafalnya ketika sedang sibuk. Seperti saat dinas, dalam kendaraan, antrian dll.
Ada beberapa cara untuk merangkum, setiap orang pun punya cara tersendiri dalam merangkum. Namun di sisni saya menyarankan untuk menggunakan metode “Peta Pikiran”. Karena mampu mengoptimalkan kinerja otak kanan dengan membuat rangkuman berupa gambar. Sehingga belajar jadi lebih menyenangkan dan mudah.

8.    Carilah Pekerjaan yang Bisa Menyesuaikan Waktu Kuliah
Contoh pertama, bekerja di mat’am atau pangkas rambut Indonesia. Di sana kita bisa memilih waktu kerja, bisa mulai sore atau full dari pagi. Bagi anak yang ingin kuliah setiap hari atau yang masih ikut persiapan bahasa, maka pasti akan ambil waktu mulai dari sore sampai malam saja. Memang akan sangat melelahkan. Tapi jika kita kuatkan tekad dan bulatkan niat untuk sukses menuntut ilmu di Al-Azhar, maka itu merupakan secuil rintangan yang harus kita tempuh.
Adapun yang kedua, yaitu usaha mandiri. Seperti berbisnis. Banyak hal yang bisa kita jadikan acuan untuk memulai bisnis. Dengan berjualan gorengan misalnya, atau jika kita ada keterampilan lain seperti membuat susu kedelai, kerupuk, donat, roti
, dsb. Itu lebih baik lagi, dan hal itu bisa kita jual secara online via Facebook atau Whatsapp.
Sedangkan yang ketiga, jika kita punya modal besar, maka ada pilihan lain yang lebih baik. Seperti investasi saham di mat’am, membuat jasa penukaran dolar atau transfer uang, membuka toko sendiri, jual beli online gadget, tas, sepatu, pakaian olahraga
, dll.
Lalu yang keempat, kalau kita pintar dalam mencari relasi dan cakap dalam berkomunikasi, kita bisa mencoba berjualan tiket, menjadi guide, atau membuat travel haji dan umrah.


9.    Menabung
Usahakan kita punya tabungan yang bisa mencukupi biaya hidup selama 2 sampai 3 bulan. Untuk imtihan Al-Azhar dan persiapannya. Jika ingin lancar, maka harus cuti bekerja minimal 1 bulan sebelumnya. Tentu saja untuk persiapan yang lebih matang.

10.     Jangan Tidur Pagi

11.     Beribadah dan Berdoa Lebih Rajin
Jagalah ibadah agar terlaksana dengan sebaik mungkin. Seperti shalat tepat waktu di masjid. Juga perbanyak amalan saleh untuk lebih memudahkan usaha kita. Contohnya salat Duha, Tahajud, Witir sebelum tidur, zikir pagi dan petang, puasa sunah, qiraah Alquran, dll.

Intinya harus benar-benar mengorbankan waktu, pikiran, uang dan tenaga yang kita punya untuk mendapatkan kesuksesan dalam belajar, kuliah juga kehidupan. Kalau hanya bermalas-malasan, suka bermain game, Facebook, IG, dll. Maka dia tidak akan bisa mencapai kesuksesan yang diharapkan.

Demikian beberapa tips sukses kuliah di Al-Azhar sambil kerja. Tips ini ditunjukkan untuk mereka yang serius dan bertekad kuat. Bukan untuk pemalas yang terbuai dengan sisi gemerlapnya Mesir hingga lupa akan tujuan awal mereka datang. Sekian, dan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar