fashion pria

Selasa, 11 Oktober 2016

Filsafat dan Ilmu Pengetahuan


Oleh: Abdullah al-Mahdi
Pendahuluan
Telah jelas bagi kita bahwa ilmu ilmu pengetahuan dengan cabang cabangnya mengikuti kaedah falsafat beserta keunikan dan keistimewaan disetiap pembahasannya. Dan hal ini membuat kita bertanya-tanya tentang batasan-batasan antara ilmu pengetahuan umum dan filsafat.
Walau pun begitu, ilmu pengetahuan dan filsafat memiliki satu tujuan yang pasti, yaitu pencarian tentang hakikat kebenaran. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan zaman, ilmu filsafat mulai ditinggalkan oleh orang-orang, sedikit demi sedikit hingga benar-benar terlupakan dan terpisahkan dari ilmu pengetahuan umum.
Wal Dyurant berkata : “ Sesungguhnya ilmu terus tampil didepan, sedangkan filsafat seolah-olah terkubur didalam bumi. Sebab itu semua tidak lain karena unsure-unsur penting filsafat diabaikan dan diremehkan, sedangkan solusi penting untuk itu adalah dengan mengaitkan hukum-hukum filsafat dengan hukum-hukum ilmu pengetahuan berupa kebaikan dan keburukan, keindahan dan kejelekan, hidup dan mati, dsb”
Batasan-Batasan antara ilmu pengetahuan dan filsafat.
1.      Fungsi ilmu pengetahuan pembagian dan pensifatan.
Bidang yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan aspek-aspeknya sangatlah banyak. Dan soal-soal maupun pertanyaan yang dilemparkan kepada ilmu pengetahuan berupa “bagaimana” dan “berapa”. Sedangkan pertanyaan untuk filsafat berupa “kenapa”.
Jadi salah satu perbedaan antara ilmu pengetahuan dan filsafat adalah seperti dua soal di atas.
2.      Fungsi filsafat keseluruhan dan pertimbangan.
Jika ilmu-ilmu pengetahuan bekerja untuk mengumpulkan ribuan bagian-bagian dalam satu undang-undang, sedangkan filsafat berusaha untuk membuat ilmu pengetahuan itu sendiri masuk seluruhnya kedalam satu undang-undang tersebut.
3.      Ketetapan filsafat terhadap pengetahuan
Dan demikian yang kita dapatkan bahwa ilmu praktek dengan segala kelebihannya yang luar biasa tidak bisa selamanya menjadi pengganti bagi filsafat, karena filsafat itu sendiri dari sisi dalamnya tidak menginginkan ilmu pengetahuan menjadi pengganti baginya, akan tetapi memberikan ketetapan yang sangat penting.
4.      Pandangan filsafat yang mengakar
Ilmu pengetahuan selalu berusaha untuk mencapai pada tingkatan ma’rifah, akan tetapi filsafat bertanya : “apa itu ma’rifah? Dan para pendahulu menetapkan undang-undang, dan bertanya pula fislafat “apa itu undang-undang”.
Maka pandangan filsafat terhadap pembahsan-pembahasannya sangatlah dalam dan mengakar, karena dia adalah ilmu penetapan yang menyelam hingga kebagian terdalam dan menyambung pertanyaan-pertanyaan yang terputus lalu menyambungnya kembali kedalam pembahsan-pembahasan pada waktu memuaskan ilmu-ilmu lain darinya.

Perbedaan-perbedaan secara umum antara filsafat dan ilmu pengetahuan
1.      Filsafat memandang alam keseluruhan bagaikan suatu kesatuan yang saling berkaitan membentuk sebuah bentuk dalam sekelompok pembahsan dalam filsafat, atau bahwasanya ia tidak mengkonsumsi sebuah pelajaran dan pembahasan dari sebagian bentuk alam tanpa sisi lainnya.
2.      Filsafat dipenuhi dengan keistimewaan-keistimewaan yang abstrak, jika berusaha terus untuk meniadakan hubungan antara pemikiran tertentu dengan suatu wadah dari beberapa wadah, akan tetapi ia ingin mencapai pemikiran yang suci dan smpurna, sedangkan ilmu pengetahuan hanya berhubungan dengan suatu hal yang terasa.
3.      Ilmu pengetahuan memperioritaskan untuk mempelajari makhluk walau hanya mensifatkan bagian-bagian dengan sifat yang tampak, atau apapun yang terlihat pada alam semesta ini.
4.      Ilmu pengetahuan condong untuk mencari penyakit-penyakit yang dekat dan mudah untuk dicari, sedangkan filsafat condong mencari penyakit-penyakit yang jauh dan sulit untuk diuraikan.
5.      Filsafat menjadikan pergerakan pemikiran dari luar kedalam atau dari suatu judul kedalam sumber. Sedangkan ilmu tidaklah mengambil jalan kembali tau pulang kepada sumbernya.

Seperti inilah hal yang telah kita pelajari bersama bahwa letak perbedaan antara filsafat dan ilmu pengetahuan adalah dari aspek pembahasan dan pondasi.
Dan telah jelas bagi kita bahwa salahnya pemahaman seseorang yang beranggapan bahwa filsafat tidaklah cocok atau sesuai untuk zaman modern dan perkembangan teknologi, filsafat tidak bisa disandengkan dengan ilmu pengetahuan jika ia berada diluar dari batasan-batasan penempatannya.
Sedangkan masalah tentang peniadaan hasil-hasil kerja yang gambling untuk filsafat akan memberikan kesan yang mendalam dan langsung bagi kehidupan manusia secara nyata dalam aspek-aspek kehidupan sehari-hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar