Oleh: Abdullah al-Mahdi
Pendahuluan
Telah
jelas bagi kita bahwa ilmu ilmu pengetahuan dengan cabang cabangnya mengikuti
kaedah falsafat beserta keunikan dan keistimewaan disetiap pembahasannya. Dan
hal ini membuat kita bertanya-tanya tentang batasan-batasan antara ilmu
pengetahuan umum dan filsafat.
Walau pun begitu, ilmu pengetahuan dan
filsafat memiliki satu tujuan yang pasti, yaitu pencarian tentang hakikat
kebenaran. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan zaman, ilmu filsafat
mulai ditinggalkan oleh orang-orang, sedikit demi sedikit hingga benar-benar
terlupakan dan terpisahkan dari ilmu pengetahuan umum.
Wal Dyurant berkata : “ Sesungguhnya
ilmu terus tampil didepan, sedangkan filsafat seolah-olah terkubur didalam
bumi. Sebab itu semua tidak lain karena unsure-unsur penting filsafat diabaikan
dan diremehkan, sedangkan solusi penting untuk itu adalah dengan mengaitkan hukum-hukum
filsafat dengan hukum-hukum ilmu pengetahuan berupa kebaikan dan keburukan,
keindahan dan kejelekan, hidup dan mati, dsb”
Batasan-Batasan
antara ilmu pengetahuan dan filsafat.
1.
Fungsi
ilmu pengetahuan pembagian dan pensifatan.
Bidang yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan aspek-aspeknya sangatlah banyak. Dan soal-soal maupun pertanyaan yang dilemparkan kepada ilmu pengetahuan berupa “bagaimana” dan “berapa”. Sedangkan pertanyaan untuk filsafat berupa “kenapa”.
Jadi salah satu perbedaan antara ilmu pengetahuan dan filsafat adalah seperti dua soal di atas.
Bidang yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan aspek-aspeknya sangatlah banyak. Dan soal-soal maupun pertanyaan yang dilemparkan kepada ilmu pengetahuan berupa “bagaimana” dan “berapa”. Sedangkan pertanyaan untuk filsafat berupa “kenapa”.
Jadi salah satu perbedaan antara ilmu pengetahuan dan filsafat adalah seperti dua soal di atas.
2.
Fungsi
filsafat keseluruhan dan pertimbangan.
Jika ilmu-ilmu pengetahuan bekerja untuk mengumpulkan ribuan bagian-bagian dalam satu undang-undang, sedangkan filsafat berusaha untuk membuat ilmu pengetahuan itu sendiri masuk seluruhnya kedalam satu undang-undang tersebut.
Jika ilmu-ilmu pengetahuan bekerja untuk mengumpulkan ribuan bagian-bagian dalam satu undang-undang, sedangkan filsafat berusaha untuk membuat ilmu pengetahuan itu sendiri masuk seluruhnya kedalam satu undang-undang tersebut.
3.
Ketetapan
filsafat terhadap pengetahuan
Dan demikian yang kita dapatkan bahwa ilmu praktek dengan segala kelebihannya yang luar biasa tidak bisa selamanya menjadi pengganti bagi filsafat, karena filsafat itu sendiri dari sisi dalamnya tidak menginginkan ilmu pengetahuan menjadi pengganti baginya, akan tetapi memberikan ketetapan yang sangat penting.
Dan demikian yang kita dapatkan bahwa ilmu praktek dengan segala kelebihannya yang luar biasa tidak bisa selamanya menjadi pengganti bagi filsafat, karena filsafat itu sendiri dari sisi dalamnya tidak menginginkan ilmu pengetahuan menjadi pengganti baginya, akan tetapi memberikan ketetapan yang sangat penting.
4.
Pandangan
filsafat yang mengakar
Ilmu pengetahuan selalu berusaha untuk mencapai pada tingkatan ma’rifah, akan tetapi filsafat bertanya : “apa itu ma’rifah? Dan para pendahulu menetapkan undang-undang, dan bertanya pula fislafat “apa itu undang-undang”.
Ilmu pengetahuan selalu berusaha untuk mencapai pada tingkatan ma’rifah, akan tetapi filsafat bertanya : “apa itu ma’rifah? Dan para pendahulu menetapkan undang-undang, dan bertanya pula fislafat “apa itu undang-undang”.
Maka pandangan
filsafat terhadap pembahsan-pembahasannya sangatlah dalam dan mengakar, karena
dia adalah ilmu penetapan yang menyelam hingga kebagian terdalam dan menyambung
pertanyaan-pertanyaan yang terputus lalu menyambungnya kembali kedalam
pembahsan-pembahasan pada waktu memuaskan ilmu-ilmu lain darinya.
Perbedaan-perbedaan
secara umum antara filsafat dan ilmu pengetahuan
1.
Filsafat
memandang alam keseluruhan bagaikan suatu kesatuan yang saling berkaitan
membentuk sebuah bentuk dalam sekelompok pembahsan dalam filsafat, atau
bahwasanya ia tidak mengkonsumsi sebuah pelajaran dan pembahasan dari sebagian
bentuk alam tanpa sisi lainnya.
2.
Filsafat
dipenuhi dengan keistimewaan-keistimewaan yang abstrak, jika berusaha terus
untuk meniadakan hubungan antara pemikiran tertentu dengan suatu wadah dari
beberapa wadah, akan tetapi ia ingin mencapai pemikiran yang suci dan smpurna,
sedangkan ilmu pengetahuan hanya berhubungan dengan suatu hal yang terasa.
3.
Ilmu
pengetahuan memperioritaskan untuk mempelajari makhluk walau hanya mensifatkan
bagian-bagian dengan sifat yang tampak, atau apapun yang terlihat pada alam
semesta ini.
4.
Ilmu
pengetahuan condong untuk mencari penyakit-penyakit yang dekat dan mudah untuk
dicari, sedangkan filsafat condong mencari penyakit-penyakit yang jauh dan
sulit untuk diuraikan.
5.
Filsafat
menjadikan pergerakan pemikiran dari luar kedalam atau dari suatu judul kedalam
sumber. Sedangkan ilmu tidaklah mengambil jalan kembali tau pulang kepada
sumbernya.
Seperti
inilah hal yang telah kita pelajari bersama bahwa letak perbedaan antara
filsafat dan ilmu pengetahuan adalah dari aspek pembahasan dan pondasi.
Dan
telah jelas bagi kita bahwa salahnya pemahaman seseorang yang beranggapan bahwa
filsafat tidaklah cocok atau sesuai untuk zaman modern dan perkembangan
teknologi, filsafat tidak bisa disandengkan dengan ilmu pengetahuan jika ia
berada diluar dari batasan-batasan penempatannya.
Sedangkan
masalah tentang peniadaan hasil-hasil kerja yang gambling untuk filsafat akan
memberikan kesan yang mendalam dan langsung bagi kehidupan manusia secara nyata
dalam aspek-aspek kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar