Keadilan
dalam islam merupakan pokok kedua dari pokok pokok Hukum Islam setelah
Musyawarah. Tentusaja “adil” adalah bagian yang sangat penting pula dalam
kehidupan, jika didunia ini tidak ada keadilan, maka hancurlah dunia ini dimana
yang kuat dan yang berkuasa lah pemenangnya dan yang lemah dan miskin akan
selalu menderita.
Islam
sangat menekankan keadilan dalam segala aspek kehidupan umat manusia, dari
aspek yang tertinggi seperti kepemimpinan sampai aspek paling rendah seperti
adil dalam membagi uang saku bagi anak anak. Dalam kepemimpinan dan hukum
sangat dibutuhkan keadilan agar mereka para pemimpin negeri atau bangsa tidak sewenang wenang terhadap rakyat
kecil seperti yang terjadi di Indonesia dan Negara Negara lain saat ini dimana
keadilan para pemimpin sudah sangat minim dan masyarakatpun sudah ragu terhadap
para pemimpin mereka dengan sistim Demokrasi ini.
Sedangkan
dalam hal atau aspek kecil dalam kehidupan seperti member uang saku anak anak
sekolah misalnya, para orang tua juga diharapkan berlaku adil. Adil disini
tidak harus sama uang saku anak yang hanya akan pergi sekolah dengan ana yang
akan pergi melakukan ekstrakulikuler seperti mendaki gunung, kemah atau jalan
santai. Karna adil itu bukan berarti sama dalam hal kuantitas.
Allah Azza Wajalla berfirman : (فلا
تتبعوا الهوى أن تعدلوا)
(ولا يجر منكم شنآن
قوم على ألا تعدلوا اعدلو هو أقرب للتقوى واتقوا الله)
إذا قلتم
فاعدلوا ولو كان ذا قربى
Dan banyak lagi Firman Allah SWT
yang memerintahkan umat manusia untuk berbuat adil dalam kehidupan ini. Baik
itu dalam pemerintahan suatu Negara atau dalam aspek kehidupan yang sangat
kecil seperti adil terhadap waktu diri sendiri.
Rasulullah SAW bersabda :
إن المقسطين عند
الله على منابر من نور عن يمين الرحمن و كلتا يديه يمين الذين يعدلون في حكمهم
وأهليهم وما ولوا
سبعة يظلهم الله
في ظله يوم لا ظل إلا ظله إمام عادل –
Dan masih ada beberapa hadits
lainnya yang menjelaskan keutamaan adil dan keutamaan orang adil.
Adil
dalam Islam bukan hanya suatu hal yang bersifat perintah atau pun suatu hal
yang terjadi dalam hal hal yang besar seperti kepemimpinan suatu Negara, namun
adil juga berperan penting dalam membangun keperibadian dan akhlak kaum
muslimin dalam linkungan kehidupan mereka sehari hari.
Sejarah
menyebutkan ketika Kaum Nasrani yang negrinya berada dibawah kekuasaan umat
islam, mereka mengaku jauh lebih menyukai umat islam dan menghormati kaum
muslimin seperti mereka menyukai kaum nasrani itu sendiri. Karena, perlakuan
bangsa Romawi dan Barbar ketika menguasai negeri mereka sangatlah kejam dan
keji terhadap Kaum Nasrani. Menindas, memperkosa, merampas dan memperbuak Kaum
Nasrani. Sedangkan islam sangatlah berbeda, kaum muslimin memperlakukan mereka
sangatlah baik, adil dan manusiawi layaknya memperlakukan mereka seperti memperlakukan
kaum mereka sendiri dalam hal mu’amalah.
Banyak
ahli filosofi barat yang menyaksikan keadilan umat islam, diantara mereka
adalah ahli filosofi yang telah mempelajari undang undang dalam kehidupan dan
termasuk undang undang dalam islam, yaitu Barnerdsu.
Dia
mengatakan : “Sesungguhnya aku yakin bahwa seorang pria yang bernama Mhammad
jika hidup dalam zaman ini dan menghadapi berbagaimacam maslah di zaman ini,
niscaya ia mampu mengatasi semua itu dangan cara yang sangat adil dan diterima
oleh semua golongan manusia, karena keadilannya dan sifatnya yang tenang
memperlihatkan kehidupan yang bahagia dan damai”.
Dan
saya akhiri dalam artikel ini dengan mengutip perkataan Khulafa’ Ar Rosyidin
yang pertama yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq yang terkenal sangat adil dan anti
mendzolimi seseorang, beliau berkata setelah memuji Allah SWT dan memanjatkan
Shalawat kepara Rasulullah SAW : Amma Ba’du, Wahai manusia sesungguhnya aku
telah diamanahi oleh kalian dan aku buakan lah orang yang terbaik diantara
kalian, jika kalian dalam kebenaran maka tolonglah saya, dan jika saya
membutuhkan bantuan maka bantulah saya, kejujuran adalah suatu amanah dan
kebohongan adalah adalah khianat, dan orang yang lemah diantara kalian adalah
orang yang kuat bagiku hingga aku beristirahat disisi-Nya Insyaallah, dan orang
yang kuat diantara kalian adalah orang yang lemah bagiku,,dst”
Allahu
A’lam bi showab....
Oleh Abdullah al-Mahdi