fashion pria

Jumat, 14 Oktober 2016

Keberangkatan ke Mesir


Hari berganti hari dan tiba lah saat nya ane harus berangkat ke Mesir. Hari itu pun terasa begitu campur aduk dan membingungkan. Antara sedih dan bahagia. Sedih karena harus terpisah jauh dari Bunga dan bahagia karena akhirnya salah satu impian ku tercapai.
Waktu itu, aku ditemani ayahku, tetehku dan satu adik kecilku. Mereka menemaniku hanya sampai waktu maghrib. Sebenarnya ayah gak ingin mengantarku karena melihat biaya. Tapi, pemberi beasiswa ku ingin bertemu ayahku. Karena beliau sibuk, beliau tidak bisa datang langsung menemui ayahku. Jadi ayahku lah yang harus mengalah dan menemui beliau.

Putus atau Nikah


          Siang itu cuaca cukup terik dan polusi udara diluar rumah sangatlah banyak. Asap yang keluar dari setiap kendaraan membuat udara begitu sesak ditambah banyaknya orang yang merokok dijalanan yang membuat setiap rang yang cinta akan kesehatan harus memakai masker ketika keluar rumah. Itulah potret kecil dari buruknya cuaca di Cairo. Kalau gak ada urusan yang penting banget, orang orang malas keluar rumah, dan pastinya lebih suka duduk santai dirumah sambil menyalakan AC atau kipas angin.
            Padahal saat itu belum masuk musim panas dan baru selesei dari musim dingin. Ane tak tau apakah itu musim semi atau musim gugur. Karena yang ku tahu di Mesir ada dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Ketika musim panas puncak, cuaca akan menggila dan menjadi sangat sangat panas hingga mencapai 45 derajat celcius. Tidak hanya itu, udara yang kita hirup pun akan menjadi sangat panas dan sesak walau kita jauh dari jalanan yang penuh asap kendaraan. Itu bisa membuat sebagian orang mimisan dan pusing karena tidak terbiasa atau tidak kuat dengan suhu ekstrim seperti itu.

Rabu, 12 Oktober 2016

Tekadku Membelok

Pukul 10 pagi kepalaku terasa pusing dan kuputuskan lah untuk tidur. Aku bertekad untuk tidur hanya satu jam saja. Saat alarm berbunyi tepat di jam 11, aku pun terbangun. Namun sayang seribu sayang, tubuhku refleks mematikan alrm yang berbunyi. Lalu aku tidur lagi.

Selasa, 11 Oktober 2016

Ingin Tau Ribetnya Pengurusan Visa di Mesir? Ini Contohnya


Untuk tahun ajaran 2016-2017, pengurusan visa di Mesir dialihkan dari pihak Jawazat yang bertempat di samping Madinatul Buuts ke Konsuler. Menurut kebanyakan orang atau masisir, cara ini jauh lebih mudah dan efisien. Namun bagi aku pribadi, sistem ini justru malah merugikan. Karena apa, sistem baru ini mengharuskan pengurusan tashdiq yang ribet. Kita dituntut untuk pergi bolak-balik antara al-Azhar di Darosah ke al-Azhar yang di Hay Sadis.
Saat tahu pertama kali, aku sangat kaget. Biasanya tashdiq sehari selesai di satu tempat. Namun kala itu aku harus menempuh waktu satu minggu hanya untuk mengurus tashdiq. Pihak sun meminta passport dan mengisikan tashdiq dengan ukuran kertas dua kali lebih besar dari yang biasanya. Lalu setelah semua selesai, mereka memintaku untuk meminta 3 tandatangan dan satu setempel di Tansiq yang bertempat di Sadis. Repot banget, kan?

Inilah 11 Tip Sukses Kuliah di Al-Azhar Sambil Kerja


Oleh: Abdullah Al-Mahdi
Banyak sekali mahasiswa Al-Azhar, Kairo yang kuliah sambil bekerja. Khususnya dari Indonesia. Karena keterbatasan dana dan juga tidak mendapatkan beasiswa maupun bantuan keuangan dari pihak manapun, bahkan keluarga. Namun sayangnya, saat melihat kenyataan, kita akan menyadari bahwa banyak mahasiswa yang bekerja berakhir pada tersendatnya kuliah. Ada juga yang sampai terbuai oleh pekerjaan hingga akhirnya tidak melanjutkan kuliah. Karena sudah sukses dalam pekerjaan dan sering rosib.

Padahal, sebenarnya ada banyak mahasiswa lain yang sukses kuliah sambil bekerja. Mereka tidak putus asa dengan keadaan, tidak terkontaminasi lingkungan negatif dan terus berusaha untuk mewujudkan mimpi agar bisa terealisasikan.

Semangat Menuntut Ilmu

“Alhamdulillah…. Ya Allah…Ya Rabby…. Ya Karim…”  teriak Kang Jaisy di depan laptop. Karena penasaran, aku yang berada satu ruangan dengannya bertanya, “Ono opo, Kang?”
Natijah udah keluar, Yan. Iso langsung cek di website Al-Azhar, alhamdulillah aku najah shofy tahun iki.
Alfu mabruk, Kang…” ucapku riang seraya menjabat tangannya.
Tak pikir sampean bakal rosib eneh. Lak rosib eneh, bakal dadi juniorku, no. Hehecandaku.

Kelapa Tua


Ini kisah lamaku yang masih terkenang dibenak banyak orang yang menyaksikan kejadian itu. Yeah ini sangatlah memalukan dan jika diingat maka akan menimbulkan suasana yang aneh dan lucu. Waktu itu aku masih kelas 3 SD di sebuah desa terpencil yang bergandengan dengan lautan dangkal. Karena sekolahku itu masihlah terbatas dari segi bangunan dan jumlah ruangan kelas yang ada, maka disitu ada kelas pagi dan kelas sore. Nah kebetulan waktu itu aku kebagian masuk dikelas sore.