Hari
berganti hari dan tiba lah saat nya ane harus berangkat ke Mesir. Hari itu pun
terasa begitu campur aduk dan membingungkan. Antara sedih dan bahagia. Sedih
karena harus terpisah jauh dari Bunga dan bahagia karena akhirnya salah satu
impian ku tercapai.
Waktu
itu, aku ditemani ayahku, tetehku dan satu adik kecilku. Mereka menemaniku
hanya sampai waktu maghrib. Sebenarnya ayah gak ingin mengantarku karena
melihat biaya. Tapi, pemberi beasiswa ku ingin bertemu ayahku. Karena beliau
sibuk, beliau tidak bisa datang langsung menemui ayahku. Jadi ayahku lah yang
harus mengalah dan menemui beliau.